Selamat datang Para Pecinta Rasulullah Saw

Cintailah ahlul baitku karena kecintaan kalian padaku...semoga kita semua dikumpulkan bersama Rasulullah SAW dan ahlul baitnya kelak di surga Allah SWT, amin

Selasa, 24 Juni 2008

Asal usul solat

Asal usul solat
1. SUBUH
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Subuh ialah Nabi Adam a.s., iaitu tatkala baginda keluar dari syurga lalu dihantar ke bumi.perkara pertama yang dilihatnya ialah kegelapan dan baginda berasa takut yang amat sangat. Apabila fajar Subuh telah keluar Nabi Adam a.s. pun
bersembahyang dua rakaat.
Rakaat pertama:-

Bersyukur baginda kerana terlepas dari kegelapan malam.
Rakaat kedua:-
Bersyukur baginda kerana siang telah menjelma.

2.ZOHOR
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Zohor ialah Nabi Ibrahim a.s., iaitu tatkala Allah s.w.t. telah memerintahkan padanya agar menyembelih anaknya Nabi Ismail a.s. Sedang seruan itu datangnya pada waktu tergelincir matahari, lalu sujudlah Nabi Ibrahim empat rakaat.

Rakaat pertama:-
Bersyukur bagi penebusan.

Rakaat kedua:-
Bersyukur kerana dibukakan dukacitanya dan juga anaknya.

Rakaat ketiga:-
Bersyukur dan bermohon akan keredhaan Allah.

Rakaat keempat:-
Bersyukur kerana korbannya digantikan dengan tebusan kibas.

3.ASAR

Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Asar ialah Nabi Yunus a.s., tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah dari perut ikan nun. Ikan nun telah memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai sedang ketika itu telah masuk waktu Asar. Maka bersyukurlah Nabi Yunus lalu bersembahyang empat rakaat kerana baginda telah diselamatkan oleh Allah daripada 4 kegelapan
iaitu:

Rakaat pertama:- Kelam dengan kesalahan.
Rakaat kedua:- Kelam dengan air laut.
Rakaat ketiga:- Kelam dengan malam.
Rakaat keempat:- Kelam dengan perut ikan Nun.

4.MAGHRIB

Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Maghrib ialah Nabi Isa a.s., tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah dari kejahilan dan kebodohan kaumnya, sedang waktu itu telah terbenamnya matahari.

Bersyukurlah
Nabi Isa lalu bersembahyang tiga rakaat kerana diselamatkan dari
Kejahilan tersebut, iaitu:

Rakaat pertama:-
Untuk menafikan ketuhanan selain daripada Allah yang Maha Esa.

Rakaat kedua:-
Untuk menafikan tuduhan dan juga tohmahan ke atas ibunya Siti Mariam yang telah dituduh melakukan perbuatan sumbang.

Rakaat ketiga:-
Untuk meyakinkan kaumnya bahawa Tuhan itu hanya satu iaitu Allah jua, tiada dua atau tiga.

5.ISYAK
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Isyak ialah Nabi Musa a.s.
Pada ketika itu Nabi Musa telah tersesat mencari jalan keluar dari negeri Madyan, sedang dalam dadanya penuh dengan perasaan dukacita. Allah lalu menghilangkan semua perasaan dukacitanya itu pada waktu Isyak yang akhir. Lalu sembahyanglah Nabi Musa empat rakaat sebagai tanda bersyukur.


Rakaat pertama:-
Dukacita terhadap isterinya.

Rakaat kedua:-
Dukacita terhadap saudaranya Nabi Harun.

Rakaat ketiga:-
Dukacita terhadap Firaun.

Rakaat keempat:-
Dukacita terhadap anak Firaun.

Hal-hal yang Memudahkan untuk Bangun Malam

Hal-hal yang Memudahkan untuk Bangun Malam

Jangan terlampau banyak makan, sebab dengan bnyak makan tentulah akan banyak pula minumnya dan kalau banyak minum tentu banyak dipengaruhi oleh kantuk dan tidur.
Jangan meninggalkan tidur siang sekalipun sedikit, sebab hal itu dapat menolong untuk menggiatkan bangun malam
Hendaklah diinsafi benar-benar betapa keutamaan shalat di waktu malam, dengan sungguh-sungguh memperhatikan ayat-ayat serta hadits-hadits yang bersangkutan dengan persoalan itu.
"Mereka itu meninggalkan tempat tidurnya, menyeru kepada Tuhan mereka dengan perasaan takut dan penuh harapan dan suka membelanjakan sebagian dari rizki yang Kami limpahkan itu untuk kebaikan." (QS.Sajdah:16)

"Adakah orang yang patuh menjalankan melaksanakan kewajibannya selama beberapa waktu pada malam hari sambil bersujud dan berdiri, memelihara dirinya terhadap hari akhirat dan mengharapkan kerahmatan Tuhannya itu (sama dengan orang yang durhaka kepada Allah)?" (QS.Zumar:9)

"Hamba-hamba yang berbakti itu di waktu malamnya suka sekali menyembah Tuhannya dengan bersujud dan berdiri." (QS.Furqan:64)

"Orang-orang yang bertakwa itu sedikit sekali tidurnya di waktu malam. Di waktu menjelang fajar pagi (sahur), mereka itu berdo’a memohonkan pengampunan dan dari sebagian hartanya dijadikan hak yang diberikan pada orang yang meminta dan yang kekurangan." (QS.Dzariat:17-19)

"Sesungguhnya dari sebagian waktu malam itu ada suatu saat yang tiada menyamai kebaikannya bagi seorang muslim untuk memohonkan sesuatu yang baik kepada Allah Ta’ala, melainkan Allah pasti akan mengabulkannya. Demikian itu ada pada setiap malam." (HR.Muslim)

Inilah pengaruh yang paling utama sekali yaitu rasa cinta kepada Allah Ta’ala, kuatnya keimanan dan keyakinan bahwa di wakut melakukan shalat malam itu ia dapat bercakap-cakap dengan Allah ‘azza wa jalla secara lebih langsung dan dekat. Jadi tidak sebuah huruf pun yang diucapkan oleh bibirnya itu, melainkan ia merasa bahwa ia benar-benar bermunajat kepada Tuhannya. Ia yakin pula bahwa Allah Ta’ala pasti akan memperhatikan padanya itu dengan menyaksikan apa-apa yang terlintas dalam hatinya.
(Dikutip dari Bimbingan untuk Mencapai Tingkat Mu’min, Imam Al-Ghazali)

KEUTAMAAN DAN ADAB SHALAT JUM'AT

KEUTAMAAN DAN ADAB SHALAT JUM'AT
Wahai kaum Muslimin, bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, sesungguhnya hari Jum'at adalah hari yang agung. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengagungkan Islam melaluinya dan menjadikannya sebagai ciri khas ummat Muhammad. Pada hari ini, setiap Muslim dianjurkan memperbanyak zikir kepada Allah dan membaca Al Qur-an. Dan disunnatkan kepada semua orang mandi dan bersuci terlebih dahulu, kemudian memakai wewangian dan pakaian yang terbaik. Bahkan lebih disunnatkan untuk memakai wewangian yang terbaik, agar bisa membangkitkan kesegaran dan mengusir bau yang tidak sedap dari para hadirin yang berada di masjid. Wewangian yang paling disunnatkan adalah yang tidak terlalu menusuk hidung baunya. Akan halnya pakaian yang dikenakan, maka yang paling disunnatkan adalah pakaian berwarna putih sebagaimana tersebut dalam hadits. Sedangkan memakai pakaian yang beragam corak, makruh hukumnya. Adapun memakai pakaian berwarna hitam, bukan termasuk sunnah Nabi. Yang sangat disayangkan dan merupakan hal yang tercela, banyak pemuda waktu shalat Jum'at memakai kaos yang bertulisan nggak karuan, bergambar artis barat dan sebagainya. Bahkan sekali waktu kami shalat jum'at, tepat di depan kami berdiri seorang anak 15 tahunan dengan memakai kaos hitam bergambar seorang artis penyanyi barat yang berukuran hampir memenuhi kaos itu. Na'udzubillah, apakah sudah sedemikian parah kebodohan yang melilit dan melingkari kita, sehingga hal yang seharusnya dapat diatasi dengan menggunakan hati nurani tidak lagi dapat dikenali.
Kaum Muslimin, rahimakumullah. Berpagi-pagi atau bersegera menuju shalat Jum'at mempunyai pahala yang besar. Dan untuk itu hendaknya seseorang berjalan dengan khusyu' dan tawadhu' kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, yang bunyinya:
"Man raaha ilal Jumu'ati fis saa'atil uula faka-annamaa qarraba badanatan, wa man raaha fis saa'atis tsaaniyati faka-annamaa qarraba baqaratan, wa man raaha fis saa'atis tsaalitsati faka-annamaa qarraba kabsyan aqrana, wa man raaha fis saa'atir raabi'ati faka-annamaa ahdaa dajaajatan, wa man raaha fis saa'atil khamisati faka-annamaa ahdaa baidhatan."
Artinya: "Barangsiapa berangkat shalat Jum'at pada waktu pertama, seolah olah ia telah berkorban seekor unta. Barangsiapa berangkat pada waktu kedua, seolah-olah ia telah berkorban seekor sapi. Barangsiapa berangkat pada waktu ketiga, seolah-olah ia telah berkorban seekor domba yang bertanduk. Barangsiapa berangkat pada waktu keempat, seolah-olah ia telah berkorban seekor ayam betina. Dan barangsiapa berangkat pada waktu kelima, seolah-lah ia telah berkorban sebutir telur ayam."
Apabila Imam telah naik mimbar, semua buku catatan ditutup, qalam-qalam disimpan, Malaikat berkumpul mendengarkan zikir.
Dalam shalat Jum'at, seseorang dilarang melangkahi kepala orang lain. Ketika sedang khutbah Jum'at Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melihat seorang lelaki melangkahi kepala orang banyak hingga dia duduk di depan. Setelah selesai melaksanakan shalat Jum'at Rasulullah Shallallahu a'laihi wa sallam bertanya kepada lelaki tadi, "Apa yang menyebabkan kamu tidak ikut shalat bersama kami?" Lelaki itu menjawab, "Apakah tuan tidak melihat saya (shalat bersama tuan)?" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Saya melihatmu datang terlambat, dan kedatanganmu menyakiti orang lain."
Kaum Muslimin, rahimakumullah. Apabila Imam sudah naik mimbar, maka dianjurkan kepada jama'ah untuk menghentikan pembicaraan dan agar menyibukkan diri dengan menjawab bacaan adzan, kemudian mendengarkan khutbah Imam.
Dalam hal ini, banyak kalangan awam melakukan kebiasaan yang salah, yaitu shalat dua raka'at tatkala muadzdzin telah selesai dari adzan Jum'atnya, sebelum khutbah dimulai. Mereka beranggapan bahwa shalat dua raka'at itu disunnatkan, padahal tidak ada sunnah Rasul yang bisa dijadikan dalil untuk hal itu. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa shalat sunnat Jum'at dilakukan setelah shalat Jum'at selesai, yakni dua atau empat raka'at.
Berkata-kata dan berbicara di tengah khutbah itu dilarang. Disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa barangsiapa menegur kawannya dengan ucapan "Diamlah" pada waktu imam sedang khutbah, maka ia telah melakukan kesia-siaan dan tidak mendapat pahala Jum'at. Allah Subhana wa Ta'ala berfirman, yang bunyinya: "Yaa ayyuhallaziina aamanuu idzaa nuudiya lishshalaati min yaumil Jumu'ati fas'au ilaa zikrillahi wa dzarul bai' dzaalikum khairul lakum in kuntum ta'lamuun."Artinya:"Hai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka bersegerahlah kalian menuju dzikir kepada Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui." (Al-Jumu'ah 62:9).
Astaghfirullaha lii wa lakum wa lijamii'il Muslimiina wal Muslimaati min kulli zanbin fastaghfiruuhu yaghfir lakum innahu huwal ghafuurur rahiim.
Oleh :
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Kisah dibalik sholat 5 waktu

Kisah dibalik sholat 5 waktu

Ali bin Abi Talib r.a berkata :
"Sewaktu Rasullullah S.A.W duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata: Ya Muhammad, kami hendak tanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.' Lalu Rasullullah S.A.W.bersabda: 'Silakan bertanya.' Berkata orang Yahudi: 'Sila terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.'
Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Sembahyang Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada TuhanNya, Sembahyang Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi, Sembahyang Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam A.S.,maka setiap mukmin yang bersembahyang Maghrib dengan ikhlas kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. Sembahyang Isya' itu ialah sembahyang yang dikerjakan oleh para Rasul-Rasul sebelumku, Sembahyang Subuh adalah sebelum terbit matahari, ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya tiap orang kafir.'
Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: 'Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan didapati oleh orang yang sembahyang.
Rasullullah S.A.W bersabda:
Jagalah waktu-waktu sembahyang terutama sembahyang yang pertengahan, sembahyang Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam, orang mukimin yang mengerjakan sembahyang pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.'
Sabda Rasullullah S.A.W. lagi: 'Manakala sembahyang Asar, adalah saat di mana Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi. Orang mukmin yang mengerjakan sembahyang Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir. Setelah itu Rasullullah S.A.W. membaca ayat yang dimaksud: 'Jagalah waktu-waktu sembahyang terutama sekali sembahyang yang pertengahan, sembahyang Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam A.S. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan sembahyang Maghrib kemudian meminta sesuatu dari Allah maka Allah akan perkenankan.
Sabda Rasullullah S.A.W.:
'Sembahyang Isya' (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan sembahyang Isya' berjamaah, Allah S.W.T. haramkan dari terkena nyalanya api neraka dan diberinya cahaya untuk menyeberangi titi sirath.'
Sabda Rasullullah S.A.W. seterusnya:
'Sembahyang Subuh pula, seorang mukmin yang mengerjakan sembahyang subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberi oleh Allah S.W.T. dua kebebasan yaitu:
1. Dibebaskan dari api neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.
Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: 'Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (S.A.W). Kini katakan pula kepada kami semua kenapakah Allah S.W.T. mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?'.
Sabda Rasullullah S.A.W.:
'Ketika Nabi Adam memakan buah pohon yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam A.S. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T. mewajibkan ke atas keturunan Adam A.S. berlapar selama 30 hari. Sementara izin makan diwaktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T. kepada makhlukNya.'
Kata orang Yahudi: 'Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami ganjaran pahala yang diperolehi dari puasa itu.'
Sabda Rasullullah S.A.W.:
'Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T. dia akan diberi oleh Allah S.W.T. tujuh perkara:
1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh dengan makanan yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
4. Dijauhkan dari merasa lapar dan haus.
5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang sangat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T. pada hari Kiamat untuk menyeberang titian sirath.
7. Allah S.W.T. akan memberinya kemudian di syurga.'
Kata orang Yahudi: 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu antara semua para nabi-nabi.'
Sabda Rasullullah S.A.W.:
'Seorang nabi mengunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya untuk saya gunakan memberi syafaat pada umat saya di hari kiamat).'
Kata orang Yahudi: 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan kecuali Allah dan engkau utusan Allah)'.


"